Majelis Hukum & Ham Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal

Wakaf di Muhammadiyah Miliki Kepastian Hukum

KendalWarga yang memiliki tanah dan ingin mewakafkannya untuk kepentingan bersama bisa ke organisasi Muhammadiyah. Warga tidak perlu khawatir, karena tanah yang diwakafkan akan memiliki kepastian hukum.

Ketua Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal Taufiq Pandan Winoto menyampaikan hal tersebut pada acara Tasyakuran Peresmian TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 7 Weleri yang berada di Dusun Jatisari, Desa/Kecamatan Weleri, Kendal, Minggu (28/7/2019).

Taufiq mengatakan, terdapat tiga manfaat yang bisa dirasakan warga yang mewakafkan tanahnya ke Muhammdiyah. Pertama yakni memiliki kepastian hukum. Setiap tanah wakaf akan diurus sertifikatnya agar bisa diterbitkan sertifikat atas nama Persyarikatan Muhammadiyah. Kedua bisa bermanfaat dan untuk kemashlahatan umat, dan ketiga menjadi amal soleh bagi pemberi wakaf.

‘’Tahun ini kami menerima dua tanah wakaf, yakni milik Hj Fatimah Sundari yang dibangun TK dan gedung dakwah di Dusun Jatisari dan satu lagi milik Maemunah berupa tanah dan mushala. Mushala itu kami rencanakan untuk dibangun menjadi masjid,’’ katanya.

Camat Weleri, Dwi Cahyono, mengatakan, pendidikan sangat penting sekali bagi generasi muda. Pendidikan agama harus diberikan sejak usia dini, sehingga bisa menjadi pondasi yang kuat untuk anak-anak. Anak-anak merupakan generasi emas penerus bangsa. Mereka kelak yang akan melanjutkan perjuangan bangsa dan negara.

‘’Saya mengapresiasi didirikannya sekolah ini. Saya berharap mereka bisa memimpin bangsa dan negara dengan penuh kasih sayang. Dengan pendidikan agama yang kuat, bisa membawa efek yang baik di masa mendatang,’’ tuturnya.

Ketua panitia, Sunarto, mengatakan, TK ABA 7 dan gedung dakwah ranting Weleri berdiri di atas tanah milik Hj Fatimah Sundari. Tanah tersebut beliau wakafkan kepada Perserikatan Muhammadiyah. Pembangunan sekolah dan gedung dakwah juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak.

‘’Karena banyak anak-anak dari Desa Weleri yang sekolah di luar desa, sehingga warga mensepakati untuk membangun sekolah. Sekolah itu sudah mulai melakukan belajar mengajar tahun ajaran baru ini. Jumlah peserta didik sebanyak 32 anak,’’ tuturnya.

Scroll to Top