Majelis Hukum & Ham Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal

UMKABA Berperan Aktif dalam Sosialisasi Anti Bullying dan UU ITE di SMA Negeri 1 Sukorejo

Kendal, 10 Desember 2024 – Dalam upaya meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan, SMA Negeri 1 Sukorejo mengadakan kegiatan bertajuk “Sosialisasi Bullying dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)” pada Selasa, 10 Desember 2024. Kegiatan ini menghadirkan H. Taufik Pandan Winoto, S.H., M.Kn, Dekan Fakultas Humaniora Universitas Muhammadiyah Kendal Batang (UMKABA), dan Ns. Yulia Ardiyanti, S.Kep., M.Kep., sebagai narasumber dari Fakultas Ilmu Kesehatan UMKABA.

Acara yang berlangsung di Ruang Pertemuan SMA Negeri 1 Sukorejo ini dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta beberapa tenaga kependidikan. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Yoshi Rachmartdi, S.Pd, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pendidikan karakter untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya bullying dan pentingnya bijak dalam menggunakan teknologi informasi.

“Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif bagi seluruh siswa. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan bahaya bullying dan risiko pelanggaran UU ITE, sehingga siswa dapat lebih bijak dalam berinteraksi, baik di dunia nyata maupun dunia digital,” ungkap Yoshi Rachmartdi.

Dalam sesi penyampaian materi, H. Taufik Pandan Winoto, S.H., M.Kn menjelaskan berbagai bentuk bullying, baik verbal, fisik, maupun cyberbullying, serta dampaknya terhadap perkembangan psikologis dan prestasi siswa. Ia menekankan bahwa bullying bukan hanya tindakan yang tidak etis, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum jika terus dibiarkan.

Sementara itu, Ns. Yulia Ardiyanti, S.Kep., M.Kep. memberikan pemaparan terkait aspek kesehatan mental yang berkaitan dengan bullying. Yulia menjelaskan bahwa korban bullying sering kali mengalami gangguan emosional dan penurunan kesehatan mental yang serius, seperti kecemasan, depresi, hingga penurunan motivasi belajar. Ia mengajak siswa untuk saling peduli dan menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan mental semua pihak di sekolah.

Lebih lanjut, Taufik membahas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang sering kali disalahpahami oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan contoh-contoh kasus aktual, Taufik memberikan pemahaman yang mendalam tentang risiko pelanggaran hukum dalam penggunaan media sosial dan teknologi informasi.

“Pemahaman UU ITE sangat penting, terutama di era digital saat ini. Generasi muda perlu memahami batasan hukum dalam penggunaan teknologi agar terhindar dari masalah hukum seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan pencemaran nama baik,” ujar Taufik Pandan Winoto.

Sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif menunjukkan antusiasme siswa dalam memahami materi yang disampaikan. Banyak siswa yang mengajukan pertanyaan seputar cara menghindari bullying dan bagaimana menggunakan media sosial dengan bijak agar tidak terjerat dalam kasus hukum.

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari berbagai pihak. Salah satu siswa kelas XI, Andi Setiawan, mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan membuka wawasannya tentang pentingnya menjaga sikap dan perilaku di lingkungan sekolah maupun media digital. “Saya jadi lebih paham tentang bagaimana bullying bisa berdampak buruk, dan sekarang lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah berharap kolaborasi antara SMA Negeri 1 Sukorejo dengan UMKABA dapat terus berlanjut dalam berbagai kegiatan edukatif lainnya. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi seperti UMKABA sangat membantu dalam memperkaya pemahaman siswa mengenai isu-isu penting yang dihadapi saat ini.

Kegiatan sosialisasi ini mencerminkan komitmen UMKABA dalam mendukung dunia pendidikan melalui kontribusi nyata dalam pembangunan karakter siswa. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa SMA Negeri 1 Sukorejo mampu menciptakan lingkungan yang positif, bebas bullying, serta bijak dalam menghadapi era digital yang penuh tantangan.

 

Scroll to Top